Kendalikan Berat Badan dengan Herbalife

Herbalife bukan obat, tapi makanan sehat. Disebut nutrisi sel, karena konsepnya memberi nutrisi bagi sel-sel tubuh secara efektif.
Herbalife lebih dikenal sebagai makanan sehat pengelola berat badan. Naik/turun berat badan atau menjaga berat badan. Kenapa berat badan? Ternyata sebagian besar penyakit erat kaitannya dengan kegagalan pengelolaan berat badan.

Banyak kasus kegemukan (obesitas) yang harus disikapi dengan baik. Karena sebagian besar penyakit erat kaitannya dengan obesitas. Beberapa penyakit erat kaitannya dengan obesitas.

Dan obesitas terjadi karena pola makan yang salah. Kami menawarkan makanan yang sehat yang efektif diserap oleh sel-sel tubuh dan efektif untuk turun berat badan. Ayo, mulai hidup sehat. Bagaimana caranya? Hubungi saya:

Choirul Asyhar
, HERBALIFE, Konsultan Nutrisi, Independent Member | D1610892
Call/SMS/WA 0815 1739 2450
Pin BB 554B0B15
Tampilkan postingan dengan label rokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rokok. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Belanja Nutrisi Masak Gak Kuat....?

Hari-hari ini ada tukang batu yang kerja di rumah. Tentu kerjaan yang melelahkan. Mereka pasti butuh energi yang besar. Oksigen yang banyak. Tapi anehnya kok di bibirnya rokok gak pernah lepas. Padahal saat tubuh perlu oksigen sangat berbahaya ketika justru disupplay karbon monoksida dari rokok. Belum lagi ratusan zat beracun lainnya.

Saya tak hendak membahas lebih dalam tentang efek negatif rokok bagi kesehatan. Karena sdh banyak yg paham tentang hal ini. Tapi, saya penasaran... berapa belanja tukang batu itu utk rokoknya per bulan ya?

"Sehari 1-2 bungkus." Katanya. Wow, kalau satu bungkus Rp 12.000,- berarti belanja rokoknya Rp 12.000-24.000 per hari. Jadi sebulan Rp 360.000 - 720.000,-
Uang segitu utk meracuni tubuh? Anehnya utk belanja rokok mereka gak pernah mengatakan "Wah, gak kuatlah... Mending utk beli nasi dan uang jajan anak2"

Lalu bagaimana dengan perokok dari kalangan profesional yg secara ekonomi lebih beruntung dari tukang batu? ... Tentu oke-oke saja. Lha, wong penghasilan mereka juaaauuuh lebih banyak daripada tukang batu.

Tapi... Ketika saya tawarin Shake Herbalife kepada para profesional ini mereka bilang...
"Wow, mahal banget ya...."
"Entar dulu deh."
Padahal, ini utk kesehatan mereka sendiri. Untuk sel-sel tubuhnya yang selama ini mensupportnya untuk beraktivitas. Kenapa mereka enggan memeliharanya yaaa.....?

Coba bayangkan uang rokok sebulan itu bisa lho utk beli 3 kaleng Shake Herbalife. Kalau utk sarapan dan makan malam 3 kaleng shake itu bisa utk 1 bulan.  Kalau hanya untuk sarapan, ya.. bisa utk 2 bulan!

Wow.... sarapan sehat selama 2 bulan ternyata bisa hanya dengan uang seharga rokok sebulan!!!

Untuk biaya rokok yg merusak kesehatan oke-oke saja, masak sih utk kesehatan diri sendiri kita malah keberatan?

Ayo, ubah mindset kita. Bijak membelanjakan uang. Bijak memberi makanan bagi sel-sel tubuh kita.

Salam Sehat Hebatlife
17/9/13
Choirul 081517392450

Ini beberapa foto untuk direngungkan dengan hati :


...  dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu dengan tanganmu sendiri ke dalam kebinasaan(QS Al Baqarah: 195)
Bandingkan, jika merokok setiap hari menimbun penyakit. Minum shake setiap hari justru menjauhkan penyakit dari diri kita. Insya Allah.

Senin, 08 Oktober 2012

Obesitas Lebih MEMATIKAN daripada Rokok

 Artikel ini dikutip dari kompas.com. Isinya bukan mengiklankan herbalife. Tapi, jika setelah membaca artikel ini, Anda ingin mencari asupan diet yang sudah banyak terbukti berhasil, ada baiknya Anda menghubungi saya, herbalife independent distributor, di 0877 4163 1780

KOMPAS.com - Keberadaan penyakit obesitas atau penumpukan lemak tubuh yang berlebih tidak bisa lagi dianggap sepele. Bahkan beberapa riset saat ini menunjukkan, risiko kematian akibat obesitas lebih berbahaya dan telah menggeser posisi dari rokok, yang selama ini menjadi penyebab utama kematian.

Hal itu disampaikan, dr. Inge Permadhi, Ms. SpGK, dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) saat bincang-bincang terkait obesitas, Rabu, (4/2/2012), di Jakarta.

Inge mengungkapkan, pada tahun 1997 tingkat persentase overweight di Indonesia sekitar 17,5 persen dan obesitas 4,7 persen. Namun pada tahun 2010, overweight menurun, sementara obesitas meningkat menjadi 11,7 persen. Peningkatan ini terjadi karena mereka yang overweight (kegemukan) telah beralih menjadi obesitas.

"Dulu, rokok menjadi penyebab utama kematian, tapi karena saat ini gencar kampanye rokok, ada kecenderungan semakin menurun. Tapi obesitas justru malah naik dan mengalahkan rokok sebagai penyebab kematian," katanya.

Inge memaparkan, obesitas dan kelebihan  merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronik, seperti diabetes tipe 2, jantung koroner dan pembuluh darah, hipertensi stroke dan berbagai jenis kanker. Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2010, angka kelebihan berat badan dan obesitas pada penduduk usia dewasa diatas usia 18 tahun tercatat sebanyak 21,7 persen.

Cara sehat turunkan berat badan


Inge mengatakan, untuk menurunkan berat badan akibat obesitas ada dua hal yang harus diperbaiki yakni diet dan aktivitas fisik. Diet yang baik menurutnya adalah dengan menurunkan berat badan 1,5 hingga 1 kg/minggu dengan mengurangi asupan 500-1000 kkal/hari dari kebiasaan makan sehari-hari.

"Diet yang penting adalah melihat jumlah yang dimakan. Jumlahnya harus lebih sedikit dari aktivitas," katanya.

Secara umum, ada dua jenis tipe diet yang yakni low calori diet dengan porsi makan 1000-1500 kkal/hari, dan very low calori diet untuk porsi makan di bawah 800 kkal/hari.

Namun, bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan secara cepat (very low calori diet), harus ada pengawasan ekstra ketat dari dokter setiap hari dan harus dilakukan di rumah sakit. Waktunya pun terbatas 4-6 minggu, setelah itu kembali lagi ke program low calori diet. Metode menurunkan berat badan dengan cepat biasanya hanya diperuntukan untuk mereka yang mengalami obesitas pada level yang sangat tinggi.

"Efeknya bisanya sakit kepala, kelelahan, dehidrasi, kulit kering, rambut rontok, dan gairah seks turun. Oleh karena itu, butuh pengawasan," katanya.

Untuk asupan makanan, Inge menyarankan, sebaiknya menghindari gorengan, dan menggantinya dengan makanan yang dikukus, dipanggang, rebus atau kuah.

Lebih lanjut, Inge menjelaskan, untuk orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas, sebaiknya melakukan aktivitas fisik 3-5 kali dalam satu minggu dengan intenstas sedang (30-60 menit). Namun untuk mereka yang tidak terbiasa berolahraga, harus dilakukan secara bertahap.

"Lakukan latihan yang sifatnya aerobik dan low impact, seperti berenang santai, jalan kaki, treadmil," ujarnya.

Pada fase awal memulai latihan, sebisa mungkin hindari untuk melakukan latihan beban. Latihan beban bisa dilakukan apabila seseorang sudah terlebih dahulu menurunkan berat badannya sampai 10 persen.

Penggunaan obat-obatan, kata Inge, boleh digunakan tapi fungsinya hanya sebagai penunjang. Disarankan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan obat-obatan, karena beberapa jenis obat biasanya memiliki efek samping. Misalnya, obat diuretik, dapat memicu dehidrasi dan gagal ginjal.

"Kesimpulannya, untuk mendapat tubuh indah, menggunakan modifikasi lifestyle dengan diet dan aktivitas fisik. Farmakoterapi hanya penunjang. Tapi di luar itu, yang terpenting adalah motivasi. Seorang akan berhasil apabila motivasinya kuat," tutupnya.

Sumber: kompas.com